SEJARAH BERDIRINYA MTS NEGERI MUARA TEMBESI

SEJARAH BERDIRINYA MTS NEGERI MUARA TEMBESI
Pada tahun 1986, dibentuklah sebuah Yayasan Pendidikan Islam Kabupaten Batang Hari yang diketuai oleh Bapak Drs. H. Abd. Manan Safi’i, M.A. dengan sekretaris K.H. M. Syamsuddin Ali[1]. Kehadiran Yayasan ini telah mendorong niat K.H. M. Syamsuddin Ali  sebagai sekretaris Yayasan dan sekaligus Wakil Ketua PCNU Batang Hari membangun kampung halamannya yaitu Desa Rambutan Masam di bidang pendidikan, yakni pondok pesantren. Di samping itu juga, ada beberapa faktor yang mendorong timbulnya  ide pendirian pondok pesantren di Desa Rambutan Masam, diantaranya:

a). Masih tingginya minat masyarakat untuk memasukkan anaknya ke pesantren dan belum adanya pesantren di wilayah Batang Hari bagian Barat, b). untuk merubah struktur ekonomi masyarakat Desa Rambutan Masam dan Desa Pulau serta masyarakat sekitarnya dari mono cultur menjadi multi cultur seperti perdagangan dan jasa, c). Desa rambutan masam dengan penduduk ± 3000 jiwa dan Desa Pulau dengan penduduk ± 2000 jiwa, yang masih bersifat homogen satu rumpun keluarga, d). semakin krisisnya pemimpin agama atau ulama di desa-desa yang benar-benar mau berjuang menegakkan Agama Islam secara benar, e). Adanya kecenderungan kemerosotan pengamalan ajaran AgamaIslam di desa-desa serta semakin meningkatnya perilaku maksiat.[2]

Selanjutnya ide tersebut dibicarakan dengan Kepala Desa Rambutan Masam yang kebetulan adik sepupu K. H. M. Syamsudin Ali sendiri dan langsung disambut positif serta dibentuk paanitia pembangunan yang di pimpin oleh Kepala Desa H. M. Nawawi Hamid sebagi Ketua Umum dan Syamsudin Sani sebagai Ketua Pelaksana. Di samping itu K. H. M. Syamsudin Ali sebagi penggagas utama mengadakan pendekatan terhadap Bupati Batang Hari yang pada waktu itu dijabat oleh H.M. Saman Chatib, S.H. dan beliau siap membantu dengan kebijakan-kebijakan serta selanjutnya mengadakan pendekatan dengan Bapak Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang Hari yang dijabat oleh Dr. H. As’ad Syam.[3] Setelah positif mendapat dukungan dan bantuan dari kedua pejabat tersebut, barulah mengerakkkan masyarakat mengumpulkan dana dan membersihkan lokasi Pondok Pesantren tersebut. Yaitu tanah seluas 1,5 Ha yang sebagian besar wakaf milik Bapak A. Muin Saleh dan tanah pusaka keluarga besar K. H. M. Syamsudin.[4]

Pada tanggal 12 Juli bertepatan dengan tangal 1 Muharam 1992 dimulainya pemasangan batu pertama pelaksanaan pembangunan 1 unit gedung tujuh local dan 1 lokal berlantai 2, dan 1 unit mess guru dan 1 unit dapur umum.[5] Adapun modal utama pembangunan 3 unit bangunan tersebut adalah bersumber dari :
a).Wakaf keluarga besar K.H.M.Syamsudin Ali berupa 60.000 batu bata dan 20 sak semen.
b).Wakaf satu unit rumah petak milik pribadi K.H.M.Syamsudin Ali berukuran 6X. [6]

Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid, merupakan awal berdirinya MTs Negeri Muara Tembesi yang namanya pada waktu itu yaitu MTs Swasta Nurul Jadid. Adapun hal tersebut dapat kita lihat pada :

Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Ketua Yayasan yaitu Surat Keterangan Nomor : 02/YPN-RM/VII/1994 tanggal 30 Juli 1994, yang menerangkan bahwa MTs Swasta Nurul Jadid didirikan pada tanggal 20 Juli 1993 yang secara tehnis operasional di bawah binaan dan naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid El-Syarif El-Islamy Rambutan Masam yang dipimpin oleh K.H. Syamsuddin Ali.[7]

Dengan bergulirnya waktu, tentu mengalami perubahan kepemimpinan pada MTs Swasta Nurul, Jadid, sebagaimana yang tertera di bawah ini :
  1. H. soleh Purwanto, S.Ag                    : tahun 1993 s/d 2001
  2. Amin Hudori, S.Ag                            : tahun 2001 s/d 2002
  3. Zarkasyi, S.Pd.I.                                 : tahun 2002 s/d 2004
  4. Nurdin Hayat, S.Pd.I                          : tahun 2004 s/d  2005
  5. Drs. Sumarno                                      : tahun 2005 s/d 2011
  6. Erman, S.Pd.I.                                                tahun 2011 s/d sekarang
Pada waktu itu MTs Swasta Nurul Jadid masih dikepalai oleh Bapak Soleh Purwanto yaitu dari tahun 1993 s.d tahun 2000. Kemudian pada tahun 2001 kepala MTs Nurul Jadid digantikan oleh Bapak Amin Hudori, S.Ag, namun beliau hanya bertugas selama 2 tahun yaitu dari tahun 2001 s.d tahun 2002. Setelah itu diganti lagi oleh Bapak Zarkasyi, S.Pd.I. yaitu dari tahun 2003 s.d tahun 2004, kemudian diganti lagi oleh Bapak Nurdin Hayat itupun juga tidak lama yakni hanya 2 tahun juga yaitu dari tahun 2005 s.d tahun 2006. Pada masa ini merupakan masa peralihan, karena MTs Swasta Nurul Jadid akan berstatus Definitif. [8]

Kemudian mengingat kebutuhan pondok maka pada tahun 2007 Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jambi mengangkat salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menjadi Kepala MTs Swasta Nurul Jadid yang berstatus Definitif yaitu Bapak Drs. Sumarno.

Namun MTs Swasta Nufrul Jadid ini berstatus Definitif hanya 2 tahun lebih. Kemudian pada awal tahun 2009 MTs Nurul Jadid berubah status menjadi MTs Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 43 Tahun 2009 tanggal 06 Maret 2009  tentang Penetapan 70 (tujuh puluh) Madrasah Tsanawiyah Negeri. Sehingga pada tanggal 03 Juni 2009 Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jambi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor : Kw.05.1/2/KP.07.6/28/2009 tanggal 29 Mei 2009, mengangkat Bapak Drs. Sumarno menjadi Kepala MTs Negeri Muara Tembesi. [9]

Kemudian pada awal tahun 2010 diadakan lah peresmian penegerian MTs Negeri Muara Tembesi dan  MAN 4 Batang Hari. Kemudian karena kebutuhan, MTs Negeri Muara Tembesi maka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor: Kw.05.1/2/KP.07.6/50/2009 tanggal 30 Desember 2009 Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jambi mengangkat salah seorang Kepala Urusan Tata Usaha yang bernama Imaroh, S.Ag dan sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Tembesi yaitu Drs. Sumarno.


Setelah memasuki Tahun 2011 terjadilah peralihan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Tembesi dari Drs. Sumarno yang kemudian dikepalai oleh Erman, S.Pd.I. sampai saat ini.
Dan hingga saat ini MTs Negeri Muara Tembesi semakin berkembang pesat dan mulai mendapat bantuan baik tenaga pendidik maupun di bidang sarana prasarana. Kini MTs Negeri Muara tembesi semakin cerah menatap ke depan.



[1] Dokumentasi, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid asy-Syarief Al-Islamy Batang hari
[2] Wawancara, K. H. Syamsudin Ali
[3] Dokumentasi, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid asy-Syarief Al-Islamy Batang hari
[4] Dokumentasi, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid asy-Syarief Al-Islamy Batang hari
[5] Dokumentasi Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid asy-Syarief Al-Islamy Batang hari
[6] Dokumentasi Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid asy-Syarief Al-Islamy Batang hari
[7] Dokumentasi,  Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid asy-Syarief Al-Islamy Batang hari
[8] Wawancara Bapak H. Soleh Purwanto
[9] Dokumentasi,  MTs Negeri Muara Tembesi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM KERJA TATA USAHA MTSN MUARA TEMBESI TAHUN PELAJARAN 2015-2016

SISWA MTSN 6 BATANG HARI IKUTI KEGIATAN O2SN TAHUN 2018